Stand up Comedy VS Sit down Comedy

Stand up comedy adalah humor kritis yang dilontarkan oleh “komik” (sebutan bagi stand up komedian) dengan gaya humor yang modern, bukan bukan humor konvensional yang terkadang cenderung mengolok/menghina secara langsung (vulgar). Sebagai contoh, komik mengkritisi pergaulan anak muda zaman tweeter dan facebook, seperti saat ini kenapa banyaknya pemuda yang mirip pemudi atau biasa disebut dengan “ngondek”. Ada juga komik yang mengangkat tema sebagai bahan lawakannya terkait dengan masalah ras/suku para komedian itu sendiri. Stand Up Comedy

 Terjadinya perang antar suku atau antar warga biasa dipacu oleh rasa tersinggung, terlalu tegang dalam pergaulan sehingga meningkatkan sensifitas. Dengan humor semua masalah bias diselesaikan dengan baik tanpa angkat senjata atau naik darah, hingga masalah politikpun terkadang harus di bumbui dengan humor, seperti yang dilakukan para komik pada humor yang mereka bawakan. Politik dan Humor, sepintas seperti dua hal yang bersebrangan, namun sebeanrnya untuk menjaga fikiran tetap jernih, perlu adanya sebuah aktifitas yang tidak bisa dilakukan (out of the box) atau keluar dari belenggu (baca artikel saya sebelumnya).

 

Humor, Penceramah, dan Politik

 Saya pernah mendengar bahwa sejarah munculnya stand up comedy di Indonesia, karena masyarakat haus akan humor cerdas. Sebenarnya stand up komedi bukan tahun 2009 dideklarasikan di Indonesia, namun stand up komedi sudah dari zamannya para penceramah seperti almarhum KH. Zainuddin MZ, KH. Ma’ruf Islamudin, dsb. Disadari atau tidak para penceramah sudah mengawal masuknya stand up komeStand up dengan substansial agamady di Indonesia, para penceramah memberikan nuansa humor dalam kegiatan keagamaan. Politik dan Humor apakah dua hal yang bertolakan begitu juga Humor dan Agamaapakah dua hal yang bertolakan dan tidak bisa digabungkan ?. Apapun itu, bila disampaikan atau dibawakan dengan gaya yang serius dan tegang terkadang sulit untuk diterima oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, mewacanakan masalah politik dengan penyampaian yang serius membuat rakyat malas untuk ikut berfikir atau mengacuhkan permasalahan politik. Mengarahkan umat manusia untuk kembali kejalan yang benar, agar sesuai kodratnya dibumi dengan jalan spiritual keagamaan terkadang dipandang kolot, sehingga para ulama zaman dahulu memasukkan ajaran islam dengan cara yang bisa diterima masyarakat seperti dengan wayang, gamelan, permainan rakyat bahkan lewat lagu atau tembang jawa.

 

“Mewacanakan masalah politik dengan penyampaian yang serius membuat rakyat malas untuk ikut berfikir tentang politik”

 

The Real Smart Joke

 Metode humor dalam menyampaikan sebuah ajaran atau dalam mengingatkan sesuatu kepada orang lain telah digunakan oleh beberapa ulama terdahulu, sekarang stand up tidak ubahnya membawa misi dalam komedi yang dibawakan, contoh ada yang membawa misi dalam legalisasi ganja di Indonesia. Ada beberapa yang memiliki misi yang belum jelas namun terlihat membawakan tema yang tidak jauh dari perkara homo, mungkin menyuarakan aspirasi umat yang menyimpang tersebut. Humor cerdas, pada zaman dahulu ada seorang tokoh Baghdad terkenal yaitu Abu Nawas, siapa yang tidak kenal Abu Nawas dengan kisahnya dengan raja yang selalu dia tipu, Indonesia juga memiliki tokoh yang terkenal dengan kecerdasan  menurut saya hanya humor Gusdur yang bisa saya katakan cerdas, berkelas dan berkualitas. Banyak tokoh nasional yang mengagumi humor-humor cerdas Gusdur (meskipun tidak diungkapkan secara langsung) diantaranya Dahlan Iskan yang beberapa bulan terakhir namanya sempat naik daun. Banyak cerita yang mengisahkan tentang kecerdasan Gusdur, anda bisa search di internet dengan key word “humor cerdas Gusdur” banyak yang muncul. Humor yang di lontarkan juga tidak hanya sebagai hiburan namun juga berkelas, alkisah presiden arab waktu itu (raja arab mungkin lebih tepatnya) yang selalu dibuat terpingkal-pingkal dengan humor-humor cerdasnya. Saya kutip satu humor dari Dahlan Iskan pada arsip jawa pos tahun 1999 “Pernah Gus Dur punya humor begini: seorang kiai dating mengeluh kepadanya karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai mengeluh, kurang berbuat apa sampai terjadi demikian. Padahal, dia tidak kurang-kurangnya berdoa kepada Tuhan agar tidak ada anaknya yang masuk Kristen. ”Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!”.

 Sit down comedy

 Sejarah yang akan membuktikan, itulah kata yang saya ingat dari video di youtube ketika Gudur diwawancarai, banyak yang menjelek-jelekan humor Gusdur, ditanggapi dengan negative apa yang dilakukanya semasa hidupnya, namun semua itu akan dibuktikan oleh sejarah. Seorang tokoh ulama, politik dan guru bangsa tidaklah berlebihan bila dilabelkan kepada Gusdur, namun kemabli kepada statement Gusdur “Nanti sejarah yang akan membuktikan”, benar atau salah apa yang diperbuatnya.

Sit Down comedy Satu pesan yang biasa diperdengarkan dimasjid-masjid lewat “syi`ir tanpo waton”, salah satu baitnya “ojo mung ngaji syariat bloko” yang artinya kurang lebih “jangan hanya belajar tentang syariat saja” ini adalah pesan bagi kita semua untuk memperdalam ilmu lain, baik ilmu pasti, ekonomi, politik, social masyarakat, dan mempelajari thoriqot agar tidak mudah menyalahkan orang lain, karena orang yang menyalahkan orang lain adalah orang yang dangkal ilmunya.

 

 

Tags: , , ,

One Response to “Stand up Comedy VS Sit down Comedy”

  1. Pendidikan Humor yang Sehat | kocokocak.com Says:

    [...] Sastra-Indonesia.comKreativitas A6 wikaDream Concert 2010: The Missing, The Drama, The Unwanted, and The RivalryMengatasi Tantangan Penjualan Dengan Jokes Penjualan Besarbangfaris.com [...]

Apa Komentar Anda...?

2 + 9 = Hayo berapa ???