Global Warming: Musnahnya Awan Kita

Ilustrasi Global Warming (Foto: www.bbc.co.uk)

Mungkin kita sering mendengar tentang perubahan iklim atau yang sering disebut dengan “climate change” serta dampaknya terhadap lingkungan dan kepunahan satwa liar. Tetapi tahukah kamu kalau perubahan iklim dapat memusnakan awan? Yuk, baca ulasan singkatnya!

Salah satu penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan emisi gas karbondioksida. Baru-baru ini, pada akhir februari 2019 seorang peneliti beranama Tapio Schneider dari Institut Teknologi California, melalui riset pemodelan menemukan bukti bahwa adanya kemungkinan musnahnya salah satu jenis awan saat jumlah karbondioksida mencapai 1200 ppm.

Awan yang dimaksud adalah “stratocumulus” yang berfungsi melindungi bumi dari sinar matahari. Oleh karena itu, apabila awan ini musnah, maka akan terjai peningkatan suhu permukaan bumi yang sangat signifikan. Bahkan, menurut fisikawan dan editor Quanta Magazine, Natalie Wolchover menyatakan bahwa pada kondisi tersebut buaya akan berusaha berenang hingga benua artik atau kutub utara sementara daerah khatulistiwa hangus dan hampir nggak ada kehidupan, seperti yang terjadi di masa lampau. Cukup mengerikan, ya? Indonesia nggak ada kehidupan.

Meskipun hal tersebut masih dugaan pemodelan kita harus tetap waspada karena peningkatan karbondioksida saat ini sudah mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan pada akhir abad ke- 18, yaitu dari 280 ppm menjadi 480 ppm dan bisa semakin meningkat jika pelepasan emisi karbon ke udara nggak dikendalikan.

Itu tadi sekilas informasi tentang kemungkinan musnahnya awan stratocumulus dan kemungkinan dampak yang akan terjadi. Mari saling menjaga bumi, dengan mengurangi emisi karbondioksida. Biasakan berjalan kaki jika hanya pergi dengan jarak yang dekat ya, peeps! (ZM)